Menjadi Blogger Bermartabat, Sebuah Renungan Bersama

Seiring maraknya penggunaan internet, kehidupan masyarakat hari ini sedikit banyak juga berubah. Sebagai contoh, istilah bekerja dulunya cuma untuk mereka yang keluar rumah berangkat pagi dan pulang petang. Tak ada yang membayangkan bila aktivitas bekerja saat ini ternyata bisa dilakukan di rumah, bahkan sambil memakai sarung dan kaos oblong.

Salah satu pekerjaan yang muncul sebagai dampak teknologi internet adalah blogging. Yakni sebuah kegiatan menulis di blog yang awalnya sekedar menuangkan gagasan dan berbagi ide.

Blog sendiri secara sederhana bisa dianggap seperti diary, sebuah buku terkenal era 80 hingga 90 an sebagai tempat curhat pribadi. Bedanya, blog bersifat online sehingga banyak orang bisa membacanya.

Sebutan bagi mereka yang terjun ke dunia blogging adalah blogger. Sebagaimana kaidah dalam bahasa Inggris di mana akhiran ing menunjukkan pekerjaan dan akhiran er menunjukkan pelaku atau orangnya.

Menjadi Blogger Bermartabat

Blogger Amatir

Sebagaimana umumnya di dunia olahraga, blogger pun terbagi dua, ada yang amatir dan ada yang profesional. Jika merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna amatir di sini adalah sebagai hobi yang dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk mencari penghasilan. Jadi murni sebatas having fun saja. Minimal bisa berbalas komentar antarsesama pemilik blog.

Blogger Profesional

Munculnya blogger profesional tak terlepas dari hadirnya platform periklanan milik Google yang bernama Adsense pada tahun 2003. Kala itu, karena terbatasnya informasi, belum banyak yang memahami adsense. Penggunaan internet masih sebatas browsing dan chatting. Kalaupun sudah ada blogger, tetap sifatnya masih amatiran. Belum fokus ke nominal atau uang.

Lambat laun, sejalan dengan meningkatnya pengguna internet maupun blogger yang memahami adsense, makin banyak orang yang beralih menjadi blogger profesional. Dari yang tadinya ngeblog sebatas having fun menjadi ngeblog untuk mencari uang.

Sejatinya, menjadi seorang blogger profesional membutuhkan pikiran, waktu dan tenaga yang tidak sebentar. Sama seperti di dunia nyata, bekerja di dunia maya sebagai blogger pun harus siap fisik dan mental. Mulai dari ngelembur untuk memproduksi artikel hingga berpikir keras bagaimana agar artikelnya mendatangkan banyak pengunjung (visitor).

Kalau ciri khas blogger amatir sekedar menuangkan ide dan having fun, sedangkan blogger profesional tidak cukup sampai di situ. Selain dua hal tersebut, para blogger profesional juga berusaha mendapatkan sebanyak mungkin uang dari blog yang dikelolanya. Jadi poin utamanya ada pada kualitas blog dan jumlah nominal yang mampu dihasilkan dari blog tersebut.

Blogger Abal-Abal

Di samping blogger amatir dan blogger profesional, tak bisa dipungkiri bahwa dunia blogging juga diramaikan oleh mereka yang disebut blogger abal-abal. Ciri utamanya adalah berusaha mendapatkan penghasilan sebanyak-banyaknya tanpa peduli dengan kualitas blog yang dimilikinya.

Persoalannya, blogger abal-abal ini terkadang suka merugikan blogger lainnya, entah yang amatir maupun profesional. Seakan tak bersalah, mereka cenderung tipsani atau tipu sana tipu sini dalam mendapatkan uang. Ada yang mengaku penulis konten namun kabur setelah mendapatkan orderan. Ada pula yang mengaku bisa ini bisa itu yang ternyata setelah dibayar malah menghilang entah kemana.

Kalaupun tidak tipsani, blogger abal-abal biasanya menyukai copsani alias copas sana copas sini seratus persen tanpa berusaha melakukan pengeditan atau penyuntingan sesuai tulisan yang dijadikan referensinya.

Akibat sikap buruk blogger abal-abal inilah, para blogger profesional maupun amatir terkena imbasnya. Kejujuran dan kepercayaan menjadi hal yang sangat langka di dunia blogging. Kalaupun ada blogger yang betul-betul jujur tetap saja awalnya tak lepas dari dugaan dan prasangka.

Blogger Bermartabat

Menjadi blogger bermartabat idealnya adalah tujuan setiap mereka yang berprofesi sebagai blogger. Levelnya setingkat lebih tinggi dibanding blogger profesional.

Seorang blogger bermartabat, selain mencari uang, juga berusaha menjadikan dunia online sebagai sesuatu yang positif dan menyehatkan bagi pengguna internet. Mereka senantiasa berusaha menyuguhkan beragam informasi yang bermanfaat dan menghindari segala bentuk hoax maupun kejahatan online lainnya.

Kita memang bisa menjadi blogger profesional dengan menyebarkan hoax guna menarik sebanyak mungkin pengunjung. Tapi yang seperti ini tidak elok dilakukan oleh seorang blogger bermartabat.

Bagi seorang blogger bermartabat, kebergunaan konten dan nominal yang didapatkan, harus berjalan beriringan. Karena itulah, hanya sedikit dari sekian banyak blogger yang layak menyandang status tersebut.

Apalagi saya, yang kalau dipikir-pikir lebih cocok masuk kategori blogger amatir dan cenderung abal-abal mengingat penghasilan ngeblog saya yang masih belum seberapa. Bagaimana dengan Anda?

(Photo: Raw Pixel)

Leave a Reply

Your email address will not be published.